Tersingkir
Biarkan hujan menerjangku
Biarkan badai menghempasku
Hidup seakan penuh rintangan
Biarkan badai menghempasku
Hidup seakan penuh rintangan
Bagaikan terjebak diantara karang - karang
Kutatap petangnya langit
Kutatap pucatnya awan
Tak adakah cahaya yang benderang?
Tak adakah senyuman keceriaan?
Ceria yang tiap hari menemaniku
Layaknya penerang dalam tiap langkahku
Hanya kesunyian belaka yang terlihat
Itulah aku...
Tatapanku, melayang jauh menembus asa
Dalam benakku, renungkan segala yang terjadi
Disini, disudut ruang hampa ini
Kutatap petangnya langit
Kutatap pucatnya awan
Tak adakah cahaya yang benderang?
Tak adakah senyuman keceriaan?
Ceria yang tiap hari menemaniku
Layaknya penerang dalam tiap langkahku
Hanya kesunyian belaka yang terlihat
Itulah aku...
Tatapanku, melayang jauh menembus asa
Dalam benakku, renungkan segala yang terjadi
Disini, disudut ruang hampa ini
Kutumpahkan segala isi hatiku
Takkan ada orang yang mengerti
Takkan ada orang yang peduli
Seakan apa dari yang kupikirkan
Tak lebih dari secuil kertas tak berguna
Semuanya akan berlalu
Bagaikan kertas yang tertiup sia-sia
Dimana takkan ada orang mengingatnya
Yang sesungguhnya, masih menyisakan derita
Takkan ada orang yang mengerti
Takkan ada orang yang peduli
Seakan apa dari yang kupikirkan
Tak lebih dari secuil kertas tak berguna
Semuanya akan berlalu
Bagaikan kertas yang tertiup sia-sia
Dimana takkan ada orang mengingatnya
Yang sesungguhnya, masih menyisakan derita
Komentar
Posting Komentar